Selenggarakan TARHIMA 3 1447 H, MUI Kudus dan ITEKES Cendekia Utama Wujudkan Ramadan yang Berkah dan Penuh Makna

KUDUS – Rangkaian kegiatan Tarawih dan Silaturahim Ramadan atau TARHIMA 1447 H yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kudus terus berlanjut. Pada Selasa malam Rabu, 3 Maret 2026, giliran Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Cendekia Utama Kudus yang menjadi tuan rumah, dengan menghadirkan suasana ibadah yang khidmat serta tausiyah yang menyentuh berbagai persoalan aktual umat. Acara ini diikuti oleh civitas academica ITEKES, pengurus MUI Kabupaten Kudus, serta pengurus MUI dari Kecamatan Mejobo, Jati, dan Undaan.

Kegiatan diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh Dr. H. Saiful Mujab, M.S.I., yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Jati Kudus. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil dan suara yang merdu membawa jamaah larut dalam kekhusyukan, merasakan nikmatnya bermunajat di malam-malam penuh ampunan di bulan suci Ramadan.

Setelah rangkaian shalat, acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan MUI Kabupaten Kudus. Drs. H. Akhmad Mundakir, M.Si., yang mewakili Ketua Umum MUI Kudus, menyampaikan ajakan kepada seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum strategis dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Bulan suci ini adalah madrasah bagi kita semua. Di sinilah kita ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih dermawan, dan lebih dekat kepada Allah. Mari kita pererat persaudaraan antar sesama muslim, karena ukhuwah Islamiyah adalah kunci kekuatan umat,” pesannya.

Sementara itu, pihak ITEKES Cendekia Utama Kudus melalui perwakilannya menyambut hangat dan mengapresiasi kehadiran MUI di kampus mereka. Menurut mereka, kegiatan TARHIMA tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan para ulama dan masyarakat.

Puncak acara TARHIMA di ITEKES adalah mau’idhoh hasanah yang disampaikan oleh KH.M. Ulin Nuha, Lc., M.Us., anggota Komisi Fatwa dan Kajian Hukum Islam MUI Kabupaten Kudus. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan mendalam, beliau menyampaikan beberapa pesan penting yang relevan dengan kondisi kekinian umat. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan jamaah tentang pentingnya shalat gerhana sebagai salah satu syiar Islam yang sering terlupakan. “Fenomena gerhana bukan sekadar peristiwa alam biasa, tetapi tanda kebesaran Allah yang seharusnya menyadarkan kita untuk kembali kepada-Nya melalui shalat dan doa,” jelasnya.

Tidak hanya itu, beliau juga menyoroti eskalasi konflik Iran-Israel yang sedang memanas. “Kita harus peka terhadap kondisi saudara-saudara kita di Palestina. Konflik yang melibatkan negara-negara besar itu mengingatkan kita betapa pentingnya persatuan umat Islam dan bagaimana kita harus terus mendukung kemerdekaan Palestina,” tegasnya.

Di tengah pembahasan global tersebut, beliau tidak lupa mengingatkan jamaah untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Ramadan. Beliau mengajak semua yang hadir untuk berlomba-lomba meraih Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Jangan sampai kita melewatkan malam-malam terakhir Ramadan tanpa optimalisasi ibadah. Carilah Lailatul Qadr dengan memperbanyak shalat malam, dzikir, dan doa,” pesannya.

Di akhir tausiyah, beliau menyampaikan nasihat yang sangat relevan di era media sosial saat ini. Ia mengingatkan diri sendiri dan seluruh jamaah untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statement, terutama bagi para publik figur. “Setiap ucapan kita akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat. Maka, jagalah lisan, berpikirlah sebelum berbicara, dan pastikan setiap kata yang keluar membawa manfaat, bukan mudharat,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan untuk terus istiqamah dalam beribadah serta kepekaan terhadap sesama. Kegiatan TARHIMA di ITEKES Cendekia Utama ini sekali lagi membuktikan komitmen MUI Kudus dalam menghadirkan syiar Ramadan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan kebangsaan di tengah dinamika global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
WhatsApp
Follow by Email