Kolaborasi MUI Kudus dan UMKU dalam TARHIMA 2 1447 H, Sinergi Perkuat Ukhuwah di Bulan Ramadan

KUDUS – Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai Sabtu malam Ahad, 28 Februari 2026, saat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kudus bersama Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar kegiatan Tarawih dan Silaturahim Ramadan atau TARHIMA 1447 H. Bertempat di kampus UMKU, acara ini menjadi ajang silaturahim yang mempererat hubungan antara para ulama, akademisi, dan masyarakat, sekaligus menghadirkan pencerahan spiritual yang dikemas dengan pendekatan ilmiah modern.

Kegiatan yang diikuti oleh civitas academica UMKU, pengurus MUI Kabupaten Kudus, serta pengurus MUI dari Kecamatan Kota, Kaliwungu, dan Gebog ini diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Shalat tarawih yang khusyuk dipimpin oleh H. Abdurrosyid al Hafidz, pengurus MUI Kecamatan Kota Kudus.

Setelah rangkaian shalat, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang penuh makna. Wakil Rektor III UMKU, Rizka Himawan, S.Psi., M.Psi., yang mewakili Rektor UMKU, menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran jajaran MUI Kabupaten Kudus di kampus yang dipimpinnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran MUI di UMKU. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyambutan, dan semoga kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujarnya dengan penuh hormat. Kehadiran MUI di UMKU menjadi simbol eratnya hubungan antara institusi pendidikan tinggi dengan para ulama dalam membina umat.

Sementara itu, Drs. H. Su’udi, M.Pd.I., yang mewakili Ketua Umum MUI Kabupaten Kudus, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum berhalangan hadir. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas academica UMKU yang telah menerima dengan hangat kehadiran MUI. “UMKU merupakan salah satu perguruan tinggi besar di Kudus. MUI sangat bangga bisa berkolaborasi dan bekerja sama dalam kegiatan positif seperti ini. Semoga sinergi ini terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Puncak acara TARHIMA di UMKU adalah mau’idhoh hasanah atau tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Hilal Majdi, M.Pd., selaku Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Kudus. Dengan gaya yang khas dan mencerahkan, beliau menyajikan ceramah yang memadukan antara dalil-dalil agama dengan penjelasan ilmiah modern, sebuah pendekatan yang sangat relevan untuk generasi saat ini.

Prof. Hilal membuka tausiyahnya dengan mengulas sejarah singkat UMKU dan kaitannya dengan manajemen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai pengantar untuk masuk ke inti pembahasan. Beliau kemudian mengutip ayat Al-Qur’an, QS. Al-Baqarah ayat 185 mengenai kebaikan atau hikmah berpuasa. Yang menarik, Dr. Hilal menjelaskan secara ilmiah tentang fenomena puasa berdasarkan riset dari peraih Nobel, Dr. Yoshinori Ohsumi, seorang dokter Jepang yang dikenal dengan penelitiannya tentang autophagy atau mekanisme “self-eating” sel. “Penelitian ilmiah membuktikan bahwa puasa memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan sel,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa pada masa kritis pertama, sekitar bakda Dzuhur, tubuh mulai menghasilkan zat Ketone. Zat ini dihasilkan dari pembakaran lemak dan ternyata lebih jernih sebagai sumber energi dibandingkan dengan asupan saat sahur. Zat keton ini bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh. Selanjutnya, pada masa kritis kedua, terjadi proses detoksifikasi yang lebih masif di dalam tubuh, yang membuat tubuh semakin sehat. “Bakda Ashar, kita memasuki masa tenang di mana emosi menjadi lebih stabil. Inilah yang berkaitan dengan ayat tentang setan yang dibelenggu. Saat asupan tubuh sangat berkurang, aktivitas sel-sel yang memicu emosi dan syahwat juga ikut berkurang aktivitasnya,” paparnya. Prof. Hilal kemudian menjelaskan tahapan selanjutnya saat menjelang berbuka, di mana rasa lapar mencapai puncaknya. Namun, ia mengingatkan bahwa makanan yang masuk harus diatur dan dibatasi agar tidak berlebihan, sesuai dengan prinsip kesehatan dan tuntunan agama.

Di akhir tausiyah, Prof. Hilal berharap penjelasan ilmiah dan rasional tentang puasa ini dapat diterima dengan baik, terutama oleh generasi muda masa kini. “Semoga pemahaman ini menambah keyakinan kita akan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hikmah di balik setiap perintah-Nya, sekaligus memotivasi kita untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih berkualitas,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan untuk terus istiqamah dalam beribadah di bulan suci Ramadan. Kegiatan TARHIMA di UMKU ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga wadah untuk memperkaya wawasan keislaman dengan pendekatan multidisiplin, mencerminkan komitmen MUI Kudus dalam membina umat dengan cara-cara yang relevan dan mencerahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
WhatsApp
Follow by Email